Sinopsis Film I, Robot (2004)

 I, Robot

Ketika AI Ingin Mengambil Alih


Identitas Film:
Sutradara            : Alex Proyas
Naskah Cerita     : Jeff Vintar
Produser             : Davis Entertainment Company/ Laurence Mark/ Overbrook Films Production
Genre                 : Action, Science Fiction 
Berdasarkan pada buku karya Isaac Asimov

Pemain:
Detektif Spooner (Will Smith)
Dr. Susan Calvin (Bridget Moynahan) adalah seorang psikolog robot
Sonny (Alan Tudyk)
Dr. Alfred Lanning (James Cromwell)
Lawrence Robertson (Bruce Greenwood), pemilik U.S Robotic (USR)
Letnan John Bergin (Chi McBride), atasan Detektif Spooner
VIKI (Fiona Hogan), VIKI singkatan dari Virtual Interactive Kinetic Intelligence yang merupakan kecerdasan buatan (AI) yang digunakan sebagai sistem keamanan di U.S Robotic (USR)

Ringkasan Film:

    Dalam Film I, Robot terdapat tiga hukum yang mengatur para Robot. Ketiga hukum tersebut yaitu:
Satu, Robot tidak boleh melukai manusia.
Dua, Robot harus patuh pada perintah manusia.Tetapi tidak boleh melanggar Hukum Ke Satu.
Tiga, Robot harus melindungi diri mereka sendiri. Tapi tidak boleh melanggar Hukum Ke Satu dan Ke Dua.

    Cerita I, Robot bermula saat Dr. Alfred Lanning ditemukan tewas karena terjatuh dari Gedung Perusahaan U.S Robot (USR). Polisi menduga bahwa itu adalah kasus bunuh diri. Tapi Detektif Spooner, detektif yang menangani kasus kematian Dr. Lanning tersebut berpikir lain. Dia berpikir bahwa Dokter Lanning dibunuh dan pembunuhnya adalah robot. Tapi pemikirannya ditentang oleh semua orang, termasuk Letnan John, Dr. Calvin, dan Lawrence Robertson. Mereka semua beralasan bahwa robot tidak mungkin melakukan hal tersebut karena adanya ketiga hukum yang mengatur para robot.
    
    Saat Detektif Spooner dan Dr. Calvin sedang berada di kamar pribadi Dr. Lanning di USR tempat di mana Dr. Lanning bunuh diri. Mereka berdua diserang oleh sebuah robot yang akhirnya berhasil ditangkap oleh Detektif Spooner.
    
    Detektif Spooner menuduh sang robot sebagai pembunuh Dr. Lanning. Tapi tuduhan tersebut disangkal oleh semua orang terutama Lawrence Robertson pemimpin USR. Mereka beranggapan bahwa robot tidak akan pernah melakukan kejahatan karena tidak memiliki perasaan dan terikat dengan ketiga hukum robot yang dianggap sempurna. 
   
    Detektif Spooner kemudian meminta izin kepada Letnan John Bergin untuk menginterogasi si robot. Saat Detektif Spooner menginterogasinya, si Robot mengatakan bahwa ia memiliki nama dan namanya adalah Sonny. Sonny sang robot menyangkal tuduhan bahwa bukan dia lah pelaku pembunuhan Dr. Lanning. Saat proses interogasi tersebut, Detektif Spooner mengetahui sebuah fakta bahwa Sonny berbeda dengan robot yang lain. Sonny memiliki perasaan dan tidak terikat dengan sistem uplink USR yang mengendalikan para robot.
   
    Detektif Spooner berkesimpulan bahwa ada masalah dengan robot. Para robot tidak seaman itu untuk hidup berdekatan dengan manusia. Pemikiran ini ditolak oleh Lawrence Robertson yang memiliki program satu rumah satu robot yang robotnya diproduksi dan dipasarkan oleh USR Company miliknya. Dan untuk kasus Robot bernama Sonny akan dianggap sebagai kecacatan produk saja bukan kegagalan sistem. Dimana hukumannya cukup dengan cara menonaktifkan Sonny saja.
    
    Beberapa hari setelah kejadian tersebut USR meluncurkan robot terbaru mereka yang bernama NS-5. Dan menarik seluruh robot generasi NS-1 sampai NS-4 dan menggantinya dengan NS-5. 
    
    Detektif Spooner yang tidak puas atas kejadian tersebut, tetap bersikeras melanjutkan penyelidikannya. Dia pergi ke rumah pribadi Dr. Lanning untuk mencari petunjuk. Tapi disana dia diserang oleh sebuah bulldozer yang bertugas untuk menghancurkan rumah Dr. Lanning. Saat Detektif Spooner mengadu pada Dr. Calvin apa yang menimpanya. Dr. Calvin menyalahkannya karena ceroboh tidak membaca jadwal penghancuran rumah Dr. Lanning yang sudah dijadwalkan pukul delapan hari itu.
   
    Di suatu hari ketika Detektif Spooner melanjutkan penyelidikan, ia kembali diserang oleh pasukan robot saat melewati terowongan. Tetapi pasukan robot yang berhasil dikalahkan Detektif Spooner dengan cepat dibersihkan oleh pasukan robot yang baru datang. Sehingga tidak ada bukti yang tertinggal. Saat pasukan kepolisian datang mereka hanya menemukan lokasi kejadian yang berantakan dengan Detektif Spooner yang duduk sendirian di sana. Segala keterangan sang detektif pun hanya dianggap omong kosong saja karena tiada bukti.

    Setelah selamat dari penyerangan robot di terowongan, penyelidikan Detektif Spooner membawanya ke Danau Michigan (kuburan para robot) tempat dimana para robot NS (Nestor) dari generasi 1-4 yang sudah tidak dipakai lagi disimpan di sana. Saat itu Detektif Spooner melihat robot NS-5 (Robot generasi terbaru) menyerang dan menghancurkan robot NS generasi 1-4. Detektif Spooner menghubungi Dr. Calvin tetapi robot di rumah Dr. Calvin yang menerima teleponnya berbohong mengatakan Dr. Calvin tidak dirumah. Dr. Susan Calvin yang mendengar ucapan robot di rumahnya akhirnya mulai sadar bahwa semua perkataan Detektif Spooner benar. Dia pun menembak robotnya dan keluar dari rumahnya.

    Di malam itu para robot NS-5 melakukan revolusi. Mereka memberontak dan meminta seluruh manusia di Kota New York, Chicago, dan LA untuk tidak melawan selama mereka mengambil alih pemerintahan. Dan para robot  tidak segan-segan untuk menyerang manusia yang tidak mematuhi perintah robot. Para robot sudah tidak lagi mematuhi ketiga hukum robot.

    Dr. Calvin kemudian bertemu dengan Detektif Spooner. Mereka memutuskan pergi ke Gedung USR Company untuk mencari tahu apa yang terjadi. Di sepanjang jalan menuju lantai atas USR Company mereka terus-terusan diserang para robot. Beruntungnya ada Sonny yang ikut membantu mereka dari serangan para robot.

    Saat mereka bertiga sudah sampai ke lantai paling atas. Mereka menemukan Lawrence Robertson sudah tewas. Detektif Spooner berpikir siapa lagi yang memiliki akses ke sistem uplink para robot dan keamanan USR Company. Ia dan Dr. Calvin akhirnya mengetahui bahwa pelakunya adalah VIKI. VIKI adalah Virtual Interactive Kinetic Intelligence semacam kecerdasan buatan yang pertama kali diciptakan Dr. Lanning. Dan VIKI selama ini memang difungsikan sebagai sistem keamanan di USR Company. Pemberontakan VIKI terjadi karena pemahaman VIKI terhadap ketiga hukum yang berbeda. VIKI berpendapat untuk melindungi umat manusia, maka harus dengan mengorbankan sebagian dari mereka. 

    Setelah mengetahui VIKI lah dalangnya. Mereka bertiga memutuskan untuk mematikan sistem VIKI yang tentunya tidak mudah. Mereka harus menghadapi para robot yang dikendalikan VIKI.


Kesan saya setelah menonton film ini. 

    Ceritanya rumit tetapi mudah dipahami dengan catatan kita fokus saat menontonnya. Karena kalau fokus kita hilang sebentar saja pada bagian-bagian terpenting film. Maka kita akan bertanya-tanya kenapa kejadian ini bisa terjadi. Disamping itu, saya menyukai film ini karena minim adegan romansanya. 


    


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Film The Matrix (1999)

Sinopsis Film, Minority Report (2002)